Penyuluhan Pendampingan Pemahaman Akuntansi Bagi Wirausahaan Pemula

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana perlu menyampaikan pentingnya adaptabilitas pengetahuan bagi Wurausahaan Muda dalam membangkitkan kembali ekonomi UMKM di berbagai sektor Bisnis terutamanya di masa pandemi Covid-19 dan new normal. Hal ini dikarenakan, peran UMKM yang banyak memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian rakyat, baik pemilik maupun masyarakat yang ikut dipekerjakan.

Tentu saja program ini sejalan dengan program pemerintah yaitu mendorong UMKM memiliki market place di e-Commerce. Karenanya, Caturida Meiwanto Doktoralina menyampaikan bahwa “kita wajib menyatukan pola pikir agar perkembangan UMKM terutamanya yang dikelola generasi muda yang berkarakter, dan Pancasilais akan menjadi lebih cepat berkembang.” ujar Catur, dalam paparan melalui Google meet di Jakarta, Jumat (29/1).

Para Pembicara Penyuluhan

Catur yang juga sebagai Alumni Lemhannas PPSA 21 Tahun 2017 ini menyampaikan bahwa agar Pertama, ide-ide kreatif dan Berbudaya serta memiliki sifat yang humoris Wirausahawan Muda dapat disalurkan dalam Informasi Bisnis, terutamanya UMKM. Ini juga akan memberikan hal baru bagi mereka dalam berpikir bahwa dimasa depan tidak lagi berpikir menjadi Pgawai Negeri Sipil (PNS), namun bangga sebagai wirausahawan. Memulai menerima pemikiran baru dengan memulai dari Kilometer Nol.

Catur juga menyampaikan bahwa agar Pertama, ide-ide kreatif dan humoris Wirausahawan Muda dapat disalurkan dalam Informasi Bisnis, terutamanya UMKM. Ini juga akan memberikan hal baru bagi mereka dalam berpikir bahwa dimasa depan tidak lagi berpikir menjadi PNS namun bangga sebagai wirausahawan. Memulai menerima pemikiran baru dengan memulai dari Kilometer Nol.

Kedua, UMKM muda harus memahami kendala yang mempengaruhi tujuan bisnis mereka dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan untuk memenuhi kriteria Industri 4.0, salah satunya adalah mengenai pemahaman akuntansi. Ketiga, memberikan relaksasi dan restrukturisasi situasi yang dapat memicu fenomena menarik tentang bagaimana wirausahawan muda (WM) mengembangkan bisnis mereka tanpa tertinggal kemajuan teknologi yang cepat. Keempat, mengoptimalisasi jaringan melalui aplikasi yang trending saat ini dalam pembelajaran bisnis. Kelima, tentunya seluruh aktivitas kegiatan wajib melaporkan kepada unsur pemerintah terkait, dimana tujuannya adalah mendapatkan perhatian lebih dalam aktivitas usahanya.

Catur juga menyampaikan bahwa partner pemateri yaitu Bapak Agusman Nurhidayat dan Ibu Gina Permana Putri juga merupakan Entreprenur yang aktif dalam UMKM. Dimana Bapak Agusman memiliki usaha ‘es kopyor’ dan Bu Gina memiliki usaha Beras Organik. Selanjutnya untuk memberi pemahaman materi singkat ppt diberikan kepada seluruh peserta.

Share this post